Senin, 19 Desember 2011

Negeri Malam


Gerimis malu-malu mengiring perpisahan mentari dengan bumi
Bukan karena sedih atau menggalau seperti yang sering diungkap para muda
Melainkan sebuah kesederhanan atas keikhlasan
Memberikan penguasaan atas ketenangan bumi kepada rembulan
Ya…Mentari dan Rembulan yang selalu bertukar shift diwaktu yang tepat
Menjadi icon kuat untuk terang dan gelap
Membawa gelap sebagai kenyamanan
Menjadi keindahan terang dalam remang malam

Tunggulah setelah cahaya merah itu tenggelam
Bersabarlah, Rembulan sedang bersolek untuk memamerkan indahnya semalaman
Jika awan-awan tidak bergerombol menjadi sebuah pilar
Akan terlihat keindahan rembulan yang diberikan pada bumi dengan cuma-Cuma
Entah itu sabit, perbani, atau purnama
Indah…
Seindah cinta yang diberikan bulan hanya kepada bumi
tidak lain hanya untuk bumi seorang

Perlahan para pemilik infrasonic mulai membuka diri
Menjadikan malam sebagai siang
Yang sejak terang tadi telah rehat untuk aktifitas malam
Ganas, liar, kejam, identik memang dengan kehidupan malam
Tidak di inginkan oleh banyak jiwa, namun harus dilakukan oleh beberapa raga
Mereka hanya menyambung hidup, tanpa bisa melakukan apapun disaat terang cahaya

Inilah sebuah negeri bernama malam
Dengan rembulan dan ribuan bintang
Menjadi kesatuan atas indah yang menjelma dalam terang
Penerang  jalan bagi pengelana
Pemberi petunjuk bagi pencari arah
Konstelasi menjadi sebuah pari, biduk dan berbagai penanda
Konfigurasi khusus membentuk indahnya sendiri
Menemani bulan menyemarakkan indahnya langit dalam hitam

Tidak akan pernah selesai membicarakan konstelasi ini
Menjadi kesukaan membahas konfigurasi bintang dan fenomena rembulan
Selalu ada rahasia yang tersembunyi di balik pekatnya gelap
Sampai bumi beranjak tua
Semua masih tersembunyi dalam indahnya pekat

Inilah negeri bernama malam
Dengan ribuan cahaya
Dengan misteriusnya gelap
Dengan tersembunyinya indah rembulan dalam keramaian bintang

Inilah Negeri bernama malam
Yang akan menghangatkanmu  dalam gelap
memberimu dekapan dalam mimpi ditengah senyap


Tia
19 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari Tinggalkan Komentar.. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...